Kolesterol sering didengar dan dikaitkan dengan kondisi tubuh yang tidak baik. Padahal, ada dua jenis kolesterol, yaitu High Density Lipoprotein (HDL) dan Low Density Lipoprotein (LDL). Apa bedanya HDL dan LDL ini?

Melalui artikel ini, Anda akan mendapatkan informasi bermanfaat mengenai perbedaan kedua kolesterol tersebut. Berapa kadar HDL dan LDL yang normal dalam tubuh? Bagaimana cara menyeimbangkan keduanya?

Simak pembahasan lengkapnya di sini!

Baca juga: Hasil Tes Kolesterol Tidak Akurat? Ini Penyebabnya

Memahami Bedanya HDL dan LDL dari Fungsinya

Berikut perbedaan HDL dan LDL jika dilihat dari fungsinya:

1. High Density Lipoprotein (HDL)

HDL atau high-density lipoprotein juga sering disebut oleh banyak orang sebagai kolesterol baik. Secara umum, HDL memiliki fungsi untuk membawa lemak yang berlebihan ke organ hati lalu dibuang ke empedu.

Dengan begitu, tubuh akan terhindar dari kelebihan kadar kolesterol, mencegah penumpukan plak, dan melindungi arteri sehingga akan mencegah tubuh dari penyakit kardiovaskular dan stroke.

2. Low Density Lipoprotein (LDL)

LDL merupakan singkatan dari low-density lipoprotein. Berbeda dengan HDL, LDL berfungsi untuk mengantarkan lemak dari organ hati ke sel-sel di dalam tubuh. Meski demikian, tubuh tetap memerlukan LDL namun dalam kadar yang tidak berlebihan.

LDL mengandung lebih banyak lemak sehingga sering kali disebut sebagai kolesterol jahat. Semakin banyak jumlah LDL di dalam tubuh, semakin banyak pengaruh buruk yang diberikan pada tubuh manusia.

Jika tubuh memiliki Kolesterol LDL yang tinggi maka terdapat timbunan lemak dalam dinding alteri. Timbunan lemak inilah yang berbahaya karena dapat menghambat aliran darah sehingga dapat menyebabkan penyakit jantung maupun stroke.

Berapa HDL dan LDL yang normal?

Dilansir dari Mayo Clinic, Kadar HDL yang baik untuk wanita adalah lebih dari 60 mg/dL, dan perlu waspada jika di bawah 50 mg/dL. Sedangkan untuk pria, kadar HDL yang baik adalah 60 mg/dL dan perlu waspada jika di bawah 40 mg/dL.

Sedangkan untuk kadar LDL yang baik di dalam tubuh adalah kurang dari 70 mg/dL, namun jika Anda sehat dan tidak memiliki penyakit arteri koroner, kadar LDL Anda masih normal jika di bawah 130 mg/dL.

Sedangkan untuk orang yang memiliki penyakit arteri koroner atau diabetes, sebaiknya kadar LDL dijaga di bawah 100 mg/dL.

Apa Penyebab Kolesterol HDL dan LDL Tinggi?

Ada banyak penyebab LDL tinggi yang perlu Anda perhatikan, seperti hal berikut ini:

1. Makanan Tinggi Lemak

Selain diproduksi secara alami oleh organ hati di dalam tubuh, kolesterol juga bisa didapatkan dari makanan. Beberapa makanan diketahui memiliki kandungan kolesterol jahat cukup banyak sehingga perlu Anda batasi.

Makanan tersebut antara lain, makanan cepat saji, daging bebek, jeroan, atau kulit ayam. Untuk menghindari tingginya kadar kolesterol jahat, pastikan Anda memperhatikan asupan makanan-makanan ini.

2. Gaya Hidup Tidak Sehat

Gaya hidup tidak sehat juga menjadi salah satu penyebab tingginya kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Berikut beberapa gaya hidup tidak sehat selain makanan yang dapat menyebabkan kolesterol tinggi:

  • kebiasaan merokok
  • begadang
  • mengonsumsi alkohol
  • kurang berolahraga
  • kelebihan berat badan

3. Penyakit

Beberapa penyakit baik yang diturunkan maupun tidak diturunkan, juga bisa menjadi penyebab tingginya kadar LDL di dalam tubuh Anda. Penyakit tersebut antara lain adalah obesitas, penyakit liver, dan juga diabetes.

Jika Anda sudah mengidap salah satu atau bahkan semua penyakit tersebut, Anda disarankan wajib memperhatikan kesehatan lebih ketat dari orang normal pada umumnya.

Baca juga: Cek Kolesterol? Apakah Perlu?

Cara Menurunkan LDL dan Meningkatkan HDL

Dengan memahami bedanya HDL dan LDL, tentu Anda jadi mengetahui bahwa kebutuhannya di dalam tubuh juga berbeda. Untuk menjaga tubuh tetap sehat, jumlah LDL harus lebih sedikit dibandingkan HDL.

Untuk bisa menurunkan LDL dan meningkatkan HDL, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, yaitu:

  1. Rutin berolahraga
    Berolahraga atau peningkatan aktivitas fisik bisa menurunkan kadar lemak dalam tubuh, sekaligus meningkatkan kadar HDL. Bahkan hanya dengan latihan aerobik dengan intensitas yang sedang selama 1 jam dalam seminggu pun sudah bisa membuahkan manfaat.
  2. Menghindari lemak trans dan lemak jenuh
    Lemak trans dan lemak jenuh merupakan jenis lemak yang meningkatkan kolesterol LDL dan menurunkan HDL. Jenis lemak ini banyak ditemukan pada makanan cepat saji dan makanan yang digoreng. Lemak ini juga bisa ditemukan dalam daging dan produk susu yang tidak rendah lemak.
  3. Berhenti dari kebiasaan merokok
    Merokok merupakan salah satu penyebab penurunan kadar HDL, terutama pada wanita. Dengan turunnya kadar HDL, maka kadar LDL akan naik.
  4. Makan makanan tinggi kolesterol baik
    Ada beberapa jenis makanan yang ternyata kaya akan HDL, seperti sayuran hijau, biji-bijian, hingga buah seperti alpukat.

Gunakan Alat yang Berkualitas dalam Mengukur Kolesterol

Saat ini, sudah mudah untuk melakukan pengukuran kadar kolesterol secara mandiri dengan tersedianya alat yang bisa memberikan hasil pengukuran kadar kolesterol secara cepat dan akurat.

Penting bagi Anda untuk bisa mendapatkan alat-alat kesehatan yang berkualitas. Namun, Anda tidak perlu khawatir lagi, Skrinme adalah tempat yang terpercaya untuk mendapatkan alat-alat kesehatan.

Hasil yang akurat, alat yang canggih, serta memiliki garansi dijamin dapat memberikan Anda kenyamanan dalam mengetahui kadar kolesterol dalam tubuh Anda. Jadi, tunggu apa lagi?

Segera hubungi Skrinme dan bersiaplah memulai pola hidup sehat Anda bebas ancaman kolesterol jahat. 

Referensi:

Terakhir diperbarui pada 23 Februari 2023.